Sabtu, 22 Oktober 2011

Sanger



Sanger minuman kha aceh
Sanger
Sanger adalah sejenis minuman yang hanya ada di Aceh. Sanger atau juga sering di sebut kopi sanger ini secara umum mirip dengan capucino, tapi menurut saya jauh lebih nikmat kopi sanger ini. Selain itu jika kita melihat sekilas maka sanger ini akan sangatlah tampak seperti kopi susu biasa, tetapi jika kita menilik dari rasanya, kopi sanger ini memiliki rasa yang sangat khas dan berbeda dari rasa kopi lainnya.
Memang dari dahulu Aceh ini terkenal dengan khas kopi saring/tarik-nya. Bagi para pecinta kopi sejati pasti akan segera dapat merasakan bedanya, apabila sudah merasakan kopi Aceh. Warung yang paling terkenal dalam menyajikan jenis minuman ini adalah warung solong di kawasan Ulee Kareng dan Chek Yuke di kawasan Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Selain itu, hampir di setiap ruas jalan di Banda Aceh pasti akan banyak kita temui warung-warung kopi, tempat nongkrong dari segala usia.

Keumamah

Keumamah
Keumamah makanan khas aceh

Keumamah atau sering disebut dengan Ikan kayu merupakan makanan tradisional Aceh yang paling banyak diminati oleh masyarakat Aceh. Selain memiliki rasa yang lezat dan unik, ikan ini terbuat dari ikan tuna yang telah direbus, kemudian dikeringkan dan diiris-iris kecil.
Biasa dimasak dengan menggunakan santan kelapa, kentang, cabai hijau dan rempah lainnya. Ikan kayu ini tahan lama untuk dibawa perjalanan jauh, sehingga dapat dijadikan bekal dalam perjalanan. Selama perang Aceh melawan Belanda di hutan, jenis makanan ini sangat terkenal karena sangat mudah dibawa dan dimasak. Nama lainnya adalah katshiobushi.

Selasa, 11 Oktober 2011

Kue Timphan

Pesawat Seulawah Agam
Daerah provinsi Aceh juga memiliki keunikan kuliner yang sayang untuk dilewatkan dan ini menjadi bagian dari kekayaan budaya aceh serta potensi dunia wisata aceh . Beberapa nama makanan khas Aceh yang populer antara lain makanan timphan, masakan gulai itiknya yang lezat, kari kambing yang luenak tenan, serta makanan meuseukat yang langka. Tak hanya itu makanan camilan seperti emping melinjo yang berasal dari kabupaten Pidie yang terkenal renyah dan rasanya gurih juga cocok untuk oleh-oleh saat berlibur ke Aceh, Terus ada juga dodol Sabang yang bahannya dibuat dengan aneka rasa yang khas dan harum. Pernahkah Anda dengar nama Timpan. Makanan asli khas daerah Aceh ini merupakan sejenis penganan ringan dari Aceh. Jajanan Timpan terbuat dari bahan tepung, pisang, serta santan. Cara pembuatannya semua bahan di campur kemudian diaduk-aduk sampai kenyal. Kemudian adonan ini dibuat memanjang dan di dalamnya diisi dengan buah srikaya. Kemudian adonan yang sudah di isi tersebut dibungkus dengan daun pisang kemudian dimasak dengan cara dikukus (rebus tanpa direndam air).

Pisang Sale


Pesawat Seulawah AgamPisang sale adalah makanan hasil olahan dari buah pisang yang disisir tipis kemudian dijemur. Tujuan penjemuran adalah untuk mengurangi kadar air buah pisang sehingga pisang sale lebih tahan lama. Pisang sale ini bisa langsung dimakan atau digoreng dengan tepung terlebih dahulu. selain itu, saat ini sale pisang mempunyai berbagai macam rasa seperti rasa keju. Saat ini, produksi pisang sale sudah menembus pasar internasional. Sale pisang merupakan produk pisang yang dibuat dengan proses pengeringan dan pengasapan. Sale dikenal mempunyai rasa dan aroma yang khas. Sifat-sifat penting yang sangat menentukan mutu sale pisang adalah warna, rasa, bau, kekenyalan, dan ketahanan simpannya. Sifat tersebut banyak dipengaruhi oleh cara pengolahan, pengepakan, serta penyimpanan produknya. Sale yang dibuat selama ini sering kali mutunya kurang baik terutama bila dibuat pada waktu musim hujan. Bila dibuat pada musim hujan perlu dikeringkan dengan pengeringan buatan (dengan sistem tungju). Ada 3 (tiga) cara pembuatan sale pisang, yaitu : 
1. Cara tradisional dengan menggunakan asap kay,
2. Cara pengasapan dengan menggunakan asap belerang,
3. Cara basah dengan menggunakan natrium bisulfit.
Proses pengasapan dengan menggunakan belerang berguna untuk : * Memucatkan pisang supaya diperoleh warna yang dikehendaki * Mematikan mikroba (jamur, bakteri) * Mencegah perubahan warna.

Mie Aceh



Pesawat Seulawah Agam
Mie Aceh adalah salah satu makanan yang termasuk dalam daftar wajib saat anda datang ke aceh , anda bisa mencoba Mei Ayah yang berlokasi di Jln. Syiah Kuala , setiap hari tempat makan ini di penuhi oleh orang-orang Aceh sendiri mau pun turis lokal/mancanegara. Selain mie Aceh ada juga sambal udang dan tumis Tiram, kulineri Aceh yang lain juga tidak kalah enaknya, pada umumnya bentuk dan penyajian makanan restoran di Aceh mirip dengan restoran padang di Jakarta , makan disajikan dalam piring-piring kecil di atas meja. Jangan sampai anda mlewatkan Tumis Tiram dan Sambal Udang jika anda pergi ke resto Aceh, Bagaimana temen- temen tertarik dengan kuliner Aceh silahkan dan cicipi kelezatan makanan khas aceh

Kopi Ulee Kareng


Pesawat Seulawah Agam

Bagi anda yang senang berwisata kuliner , propinsi di bagian barat Indonesia ini menjanjikan ragam makanan yang dipastikan dapat memuaskan hasrat kuliner anda , kuliner khas Aceh yang terkenal adalah Kopi Aceh Bagi anda berkesempatan pergi ke Banda Aceh maka jangan lewatkan kopi Aceh yang terkenal di Banda Aceh , jauh sebelum Coffe house menyebar di mal dan perkantoran di Jakarta dan kota-kota besar lainnya , warung kopi aceh sudah menjadi bagian hidup dari masyarakatnya

Selasa, 15 Juni 2010

History of Benteng Indra Patra



Anda memiliki ketertarikan terhadap situs-situs peninggalan sejarah? Bagi Anda yang gemar mengunjungi objek wisata sejarah, sebaiknya Anda juga mengunjungi salah satu situs peninggalan kerajaan hindu ini. Benteng Indra Patra. 

Benteng Indra Patra berlokasi di Desa Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Lokasi  benteng peninggalan Kerajaan Hindu pertama di bumi Aceh ini dekat dengan Pantai Ujong Batee. 
Pesawat Seulawah Agam

Benteng yang berada di Teluk Krueng ini merupakan nagian dari 3 benteng dalam Trail Aceh Lhee Sagoe. Trail Aceh Lhee Sagoe sendiri merupakan wilayah yang menghubungkan tiga peninggalan zaman Hindu-Budha di Aceh. Akan terbentuk sebuah segitiga yang disebut Trail Aceh Lhee Sagoe jika tiga peninggalan itu yakni Indrapatra, Indrapuri, dan Indrapurwa dihubungkan. 

Secara historis, benteng ini dibangun oleh Putra Raja Harsa dari Kerajaan Lamuri pada abad ke-7 Masehi. Seca fisik, bentuk benteng ini terbilang besar yang tersusun dari batu gunung setebal 2 meter. Batu-batu gunung itu direkatkan oleh lem perekat berupa campuran kapur, tanah liat, putih telur, dan tumbukan kulit kerang. Kekokohan benteng ini ampuh dijadikan sebagai benteng pertahanan menghadapi armada Portugis pada masa Kesultanan Aceh Darussalam.


Kala itu, benteng Indra Patra ini dibangun dengan maksud utama untuk membendung sekaligus membentengi masyarakat kerajaan Lamuri dari gempuran meriam-meriam yang berasal dari Kapal-kapal Perang Portugis. Disamping itu, benteng ini juga dipakai sebagai tempat beribadah Umat Hindu Aceh saat itu.
Karena alasan demi pertahanan & keamanan kerajaan, maka benteng ini dibangun di tempat yang sangat strategis, yakni di bibir pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.


Peran dan fungsi serta kejayaan Benteng Indra Patra ini bahkan berlangsung hingga masa Islam di Aceh tiba. Dimasa Sultan Iskandar Muda, dengan laksamananya yang sangat terkenal dan disegani, yaitu Laksamana Malahayati (laksamana wanita pertama di dunia), benteng ini juga dipergunakan sebagai benteng pertahanan bagi Kerajaan Aceh Darussalam dari serangan musuh yang datang dari arah laut.
Saat ini, tinggal dua dari tiga benteng yang masih berdiri kokoh. Benteng Utama berukuran 70m X 70m; dengan ketinggian 4 meter, serta ketebalan dinding mencapai sekitar 2 meter.  Arsitekturnya yang Unik, Besar, terbuat dari “beton kapur” (: susunan batu gunung, dengan perekatnya (perkiraan) dari campuran Kapur, Tanah Liat, dan alusan Kulit Kerang, serta juga telur).
Didalam benteng Utama terdapat dua buah “stupa” atau bangunan yang menyerupai kubah yang mana didalamnya / dibawah kubah tersebut terdapat sumur / sumber air bersih, yang (pada saat itu) dimanfaatkan oleh umat Hindu untuk penyucian diri dalam rangkaian peribadahannya. Selain itu, di dalam benteng terdapat juga bunker untuk menyimpan meriam serta bunker untuk menyimpan peluru dan senjata.

Pada setiap sisi dinding luar, terdapat 11 buah lubang kecil yang berfungsi sebagai “lubang pengintai” untuk memantau pergerakan musuh. (sayangnya beberapa dari lubang intai tersebut telah ditutup dengan semen saat renovasi yang dilakukan beberapa waktu yang lalu.